August 07, 2005

Cerita Buku

Buku adalah gerbang ilmu.



Di Sekolah Alam, buku diyakini sebagai satu dari tiga komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang dipercaya sangat besar pengaruhnya pada kualitas pembelajaran. Dua lainnya adalah guru yang berkualitas dan metode yang tepat.

Kesadaran akan pentingnya buku ini tercermin dari upaya beberapa orangtua untuk menambah koleksi buku perpustakan SA, khususnya resource guru. Begitu tersebar berita bahwa koleksi perpustakaan berkurang banyak ketika 130 buku resource guru diambil kembali oleh pemiliknya yang sedang mengembangkan sekolah baru, banyak orangtua yang langsung bergerak mencarikan gantinya. Anak-anak pun tak mau ketinggalan, mengumpulkan buku bekas dan infaq mingguan di kelas masing-masing untuk menambah koleksi buku perpustakaan.



Bu Aam sibuk mendata dan menyampul
ratusan buku sumbangan ortu dan anak-anak.





Dari orangtua sendiri ada yang menyumbang dalam bentuk mentahnya. Ada yang memboyong koleksi dari perpustakaan pribadi di rumah dan diserahkan ke sekolah. Ada yang langsung hunting cari buku bagus tapi murah di toko-toko buku. Ada yang titip-beli sama saudara yang sedang bertugas di LN, ada juga yang beli lewat internet. Bahkan ada yang beli langsung di negeri Paman Sam... seperti Pak Ari Pramono, yang tulisannya saya comot dari salah satu dari posting beliau di milis Sekolah Alam, dan saya tampilkan di sini dengan seizin beliau.


Anak-anak SA di perpustakaan







MIRACLES OF SA

Menjadi bagian komunitas SA. Selalu berhadapan dengan dinamika yang sangat beragam ....
Tetapi ada satu hal yang selalu konsisten terjadi di pandangan saya, yaitu Sekolah Alam tidak pernah sepi dengan keajaiban-keajaiban. Satu hal yang saya rasakan sendiri adalah tentang perpustakaan kita.

Sekitar 2 (dua) bulan lalu, saya melihat begitu terpukul dan sedihnya guru-guru dan beberapa ortu akibat dari pengambilan kembali buku perpustakaan oleh pemiliknya. Proses itu sendiri tentunya adalah sah karena bagian dari kesepakatan pengalihan dari yayasan lama dengan baru, tetapi perasaan sedih dan down dari orang-orang tersebut juga dapatlah dipahami sekali sebagai perwujudan dari rasa cinta mereka pada anak-anak yang akan kehilangan sebagian besar sumber ilmu pegetahuannya. Saya sendiri saat itu tidak banyak bisa berkata, melihat pasangan-pasangan mata yang berkaca - kaca. Ada sedikit penghiburan dari beberapa kawan ortu yang mengatakan sabar sajalah Allah Maha Kaya dan kalau kita berdo'a semuanya akan tergantikan ....
Dan Masya Allah do'a itu terkabul kontan dengan magnitude yang tidak dapat disangka.. beberapa kejadian kemudian terjadi berturut - turut setelah itu ;

Mendadak pergi Ke Amrik
Tiba-tiba saja beberapa hari kemudian saya mendapat e-mail dari sebuah software house di AS bahwa paper saya yang saya kirim sekitar ½ tahun lalu terpilih untuk dipresentasikan di Denver Colorado. Dan juga diluar perkiraan banyak orang hal itu langsung disupport penuh oleh Direksi Kantor saya (pertamina) yang akan menanggung semua pembiayaan dan honor saya, padahal seperti kita tahu saat itu Pertamina sedang sekarat-sekaratnya akibat kekurangan dana akibat harga minyak dan kelangkaan BBM sehingga perjalanan dinas LN amat sangat dibatasi (bahkan nyaris dilarang). Langsung saja kami (saya dan istri saya) bernazar untuk mencari buku-buku sebanyak-banyaknya bagi perpustakaan kita. Saya sendiri masih agak ragu bagaimana mungkin mencari buku disela-sela konferensi selama 5 hari dikota sebesar itu. Tapi memang Allah tidak pernah ingkar janji .. malam ke dua saya disana, di tengah hujan.. saya terpaksa naik taksi pulang ke hotel dan tanpa disangka sang supir tiba-tiba berucap Assalamualaikum pada saya... dia rupanya sudah memperhatikan saya dan sudah memperkirakan bahwa saya muslim Indonesia/Pakistan, dia sendiri muslim dari Ethiopia bernama Khalil , setelah saya jawab salamnya dan memperkenalkan diri dia langsung mematikan argometer, dan berkata bahwa dia tidak pernah meminta bayaran pada musafir muslim... (subhanallah)... dan demikianlah selama tiga hari Khalil menjadi 'supir pribadi saya' tanpa bayaran. Dari dialah saya dibawa ke sebuah toko buku dipinggiran kota yang sedang melakukan cuci gudang .. sehingga saya dapat membeli satu dus besar buku-buku pendidikan dan anak-anak dengan discount yang sangat besar. Bahkan setelah saya ceritakan bahwa ini untuk sekolah di Indonesia si pemilik (seorang perempuan berpenampilan gaya punk dengan anting dimana-mana) langsung membawa saya ke belakang dan menunjuk sebuah kotak besar berisi buku dan menyuruh saya mengambil yang manapun saya suka dengan gratis ! Satu-satunya hal yang membatasi saya adalah kemungkinan overload di pesawat waktu pulang... alhasil saya berangkat dengan 1 koper dan pulang dengan 3 koper penuh buku !!! Semuanya itu saya dapat hanya dengan sisa uang honor saya dari konferensi !! Iseng-iseng saya hitung semua itu mungkin bernilai sampai 4 - 5 juta rupiah kalau kondisi normal.

Kerjasama dengan LIMMA Bookstore
Saya tidak tahu bagaimana detailnya, tiba - tiba istri saya dan para guru mendapat kesempatan kerjasama dengan Limma Bookstore di Kemang yang koleksi buku impornya paling lengkap di Jakarta dengan kesempatan konsinyasi dan discount sampai 20%. Terharu juga rasanya melihat Ibu Ummu (guru Bahasa Arab/ Istri pak Bharata, Kepala Sekolah I SA) bak seorang pedagang kakilima berjualan buku di emperan sekolah saat hari pembagian Raport, tapi masya ALLAH animo pembeli begitu besar sampai omzetnya sekitar 3 Juta Rp, artinya kita bisa mendapat buku baru senilai Rp 600,000 tanpa modal apa-apa ....


Pak Yoga ketemu toko buku gila di Roxy
Secara sangat kebetulan sekali Ibu Miki dan Pak Yoga (kalo nggak salah waktu Ibu Miki sedang cari wc) menemukan toko buku yang dimiliki oleh seorang Kakek tionghoa 'gila' di Roxymas, bayangin Roxymas khan biasanya isinya hanya HP doang...!!!.

Kemarin, bersama Ibu Chace, Pak Yudha, Bunda, Ibu Miki dan Pak Yoga kami kesana dan Masya ALLAH kita bisa beli buku-buku seharga total hampir Rp 4 Juta dengan uang hanya Rp 1 Juta !!!!!..., kami semua sampai terbengong-bengong dengan kemurahan hati Pak Hoerip (sang kakek) ...kita dapat discount 60% untuk semua buku import, selanjutnya dia menyumbangkan beberapa buku pembelajaran bahasa Inggris dan Arab secara gratis termasuk kaset-kaset audionya. Sebelum kita pulang dia masih juga berjanji akan datang ke Sekolah Alam untuk mencari ilham bagaimana membantu perpustakaan Sekolah Alam selanjutnya !!!!...., yang membuat saya sangat terharu adalah beliau (seorang pemilik jaringan 3 toko buku lumayan besar di jakarta, berumur mungkin lebih dari 80 tahun, non-muslim) sebelum kita pulang menyalami tangan kita satu per satu sambil mengucapkan terima kasih atas kehadiran kita di sana.... bayangin kita yang dapat buku-buku secara hampir gratis ... tapi dia yang mengucapkan terima kasih lebih dahulu !!!!! SUBHANALLAH maha suci ALLAH.





Buku-buku yang diperoleh dari Toko-nya Kakek Hoerip di Roxy Mas

Kalau dihitung-dihitung kayaknya .. sekarang perpustakaan kita punya buku baru (yang hampir semuanya import) jauh lebih banyak dari yang kemarin diambil ...., belum lagi sumbangan uang dari ortu masih tersisa cukup banyak di Bu Chace untuk beli buku lagi .... Kalau mau dihitung-hitung dalam kurun waktu 2 bulan kita berhasil membeli buku baru seharga sekitar Rp 10 Juta lebih hanya dengan modal (dari uang sumbangan orang tua) sebesar sekitar Rp 2 Juta !!!!! belinya nggak kira-kira lagi di Amrik langsung !!!



Buku-buku sumbangan dari para ortu








Kalau kita renungi... inilah mungkin cara ALLAH mengingatkan kita semua .. untuk selalu sabar, ikhlas dan meneguhkan keyakinan dalam berjuang .. sisanya biar ALLAH yang akan menyelesaikannya.!!!

Wallahu'alam bissawab



Bu Esti sedang mencari materi pembelajaran
dari resource guru di perpustakaan


Alhamdulillah, dari data yang ada di perpustakaan SA, saat ini tercatat 5000-an judul buku diluar buku-buku resource guru. Khusus untuk buku-buku resource guru tercatat peningkatan yang sangat pesat, dari 200 judul di tahun 2003 menjadi lebih dari 600 judul di pertengahan tahun 2005. Ini menunjukkan bahwa para orangtua sadar benar arti pentingnya buku bagi pembelajaran anak-anaknya. Insya Allah, dari buku-buku ini akan tumbuh anak-anak yang sholeh/sholehah dan berilmu ... dan semoga menjadi investasi akhirat bagi orangtuanya. Amin.

7 comments:

Mirna Muska said...

Spt biasa, ada rasa yg susah dijelaskan dg kata-kata setiap kali saya membaca cerita ttg SA. Pingin nangis tapi bukan sedih, pingin ikut seneng tapi ngerasa saya bukan bagian dari SA krn saya nggak punya siapa2x di SA... Cerita Bukunya, spt jg cerita yg lain, benar-benar bagus deh, mb Vera... Saya sudah langganan notifylist tapi kok waktu cerita ini ada saya nggak dapat pemberitahuannya. Mungkin krn belum aktif ya ? Tx ya mb Vera...

Hani said...

subhanallah...balasan bagi orang yang sabar. luar biasa baca pengalamannya Pak Ari Pramono.

buku2 koleksi perpustakaan SA...wow! bikin mata berbinar-binar...hehehe

mbak cerita2 dong soal yayasan lama dan baru. apa Pak Lendo Novo masih ngurus SA, karena menurut info dari temen, beliau punya sekolah lagi yang namanya School of Universe ya?

Widi said...

Assalamu'alaikum Mbak Vera, aku Widi...kenalan dulu ya, tau mbak krn searching di google dan ketemu blog mbak Ver. Mbak aku butuh info ttg SA nih, Butuhhhh banget, mbak bisa tolongin aku, gimana daftar di SA, apa aja yg perlu disiapin dll,waktu itu aku sempet ke sana, tp pas lagi ada outbond, jd gak tau byk ttg SA. Mbak, kalo boleh infoin aku via japri aja. Makasih banyak sebelumnya ya Mbak Ver...

niatiti said...

ass wr wb...

blognya bagus banget Mbak...aku link yah ke blogku..biar bisa ngikutin cerita ttg sklh alam terus..:)

Anonymous said...

Subhanallah, Allahu Akbar

Selamat ya Sekolah Alam Ciganjur... rasanya dengan pola seperti itu, insyaAllah semua masalah yang dihadapi Sekolah Alam Ciganjur akan dapat dipecahkan.
Terus terang saya sebagai salah satu ortu di Sekolah Alam Bandung ingiiinn sekali agar Sekolah Alam Bandung bisa seperti SA Ciganjur. Mudah-mudahan SAB bisa sembuh dari segala 'penyakit' yang sedang melanda... amin..

Hermin said...

Maaf saya baru pertama kali masuk ke blog ini, dan ingin bertanya, apakah Sekolah Alam termasuk sekolah yang menggunakan prinsip Multiple intellegence?, bila ya, bagaimana penerapannya, mohon pencerhannyaya,...terima kasih sebelumnya.

kangmas anom said...

sekolah alam subhanaAlloh ide cemerlang